Ah pagi ini

Terkadang dengan tulisan, bisa mengungkap rasa terpendam. Karena dalam untai kata, terselip makna tanpa bias. Dan aku mencoba mengukirnya lewat kata
Menyatu bersama hati dan fikiran, diantara pekat dan dinginnya pagi. Semoga saja bisa mengganti sedikit kenangan. Agar sepahit apapun, bisa menjadikan hikmah. Sebab hidup adalah perbuatan
Sebab hidup adalah perjalanan.Sementara waktu terus menggusur kenangan. Tanpa kepastian, hidup pun terasa sempit. Seperti berlomba menjauhi akhir
Namun tetap pada penantian tiada bertepi pada dirimu masa depanku.Meniti pekat dalam hembusan angin pagi. Senandung lirihpun meluruhkan rasa
Aku, dan ….. Mungkin tak lagi tergapai oleh waktu. Dan waktu tetap mencurah lewat tak terbatas. Dan kamu begitu saja melewatinya. Dan aku disini, sendiri, sepi. Detik melantun dalam irama lara. Saat dimana kuharus menuntaskan asa padamu. Ketika tersibak kisah ini pada hamparan lain. Yang sebelumnya telah kau sambangi penuh kasih. Jarak kitapun kian terhempas jauh. Mengurung kisah dalam tebaran airmata. Andai aku memutuskan tuk pergi
Tak terkisah betapa lega hatimu…Dan aku disini bagai seonggok bangkai hidup…Dibatas resah yang menggumpali hati. Kusematkan berjuta luka kelam
Menghantar dirimu dikesunyian pagi. Matamu masih saja menenggelamkan rasa. Dan aku menangisi luka. Dan aku meneriakkan lara. Sementara kamu pergi tanpa hiraukan kisah kita. Sementara kamu pergi penuh dengan kata pembelaan kalo kamu benar

Aku, disini, sendiri, sepi…..
Aku coba mendaur hidup semampu  hati
Semoga menjadikan kisah kita lenyap
Meski hati kita mencoba melekatkannya tapi semua itu akan sia sia

Maaf telah melepasmu
Maaf telah membunuh kisah kita
Maaf…..

Iklan